Tampilkan postingan dengan label grammar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label grammar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Desember 2020

Teknik menjawab soal reading

    05.21   No comments


Halo teman-teman berjumpa lagi dengan saya sang pecinta bahasa Inggris. Nah pada kesempatan kali ini saya akan sedikit berbagi tentang 2 macam cara yang paling populer digunakan dalam menjawab soal-soal reading. Trik ini bisa kalian gunakan ketika berhadapan dengan berbagai jenis ujian reading baik itu IELTS ataupun TOEFL.

Nah kedua trik ini memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Namun konon katanya, setiap orang akan memiliki kecenderungan pada salah-satunya. Misalnya, ada orang yang saat menggunakan trik A nilainya akan lebih tinggi dibandingkan ketika dia menggunakan trik B. Sebaliknya ada orang yang saat menggunakan trik B nilainya akan lebih baik ketimbang ketika dia menggunakan trik A.

Trik yang pertama adalah, baca teksnya terlebih dahulu baru baca soalnya. Keunggulan dari cara ini adalah kita akan memiliki pemahaman yang sangat baik tentang bacaannya karena kita sudah membaca teksnya. Cara ini sangatlah tepat apalagi kalau kita memiliki ingatan yang bagus tentu saja kita nanti bisa langsung menjawab soal-soalnya tanpa harus membaca ulang lagi.

Selanjutnya trik yang kedua adalah baca soal dulu baru baca teks bacaannya. Keunggulan trik ini kita tidak harus membaca keseluruhan teks jadi kita dapat menghemat banyak waktu. Yang kita lakukan hanya mencari kata-kata kunci saja, sehingga akan bisa menghemat waktu. Cara ini sangat bisa kita gunakan ketika disuruh menjawab soal yang teksnya sangat panjang namun cuma punya waktu yang sedikit.

Namun demikian cara diatas juga memiliki kelemahannya masing-masing. Untuk cara yang pertama jika kita membaca keseluruhan teks maka akan cenderung memakan waktu yang lama. Apalagi jika kita lupa dengan bacaannya, maka otomatis kita harus membaca ulang teks yang tentunya memakan waktu lagi. Begitu juga untuk cara yang kedua, walaupun biasanya cara ini lebih cepat, jika tidak cermat terkadang kita kesulitan memahami teks bacaan karena kita tidak membaca teks sepenuhnya seperti cara pertama.

Terus yang menjadi pertanyaan sekarang adalah cara mana yang akan kita pakai? jawabannya adalah tergantung masing-masing orang. Untuk menemukan cara mana yang lebih tepat kalian gunakan, silahkan lakukan eksperimen dengan mencoba kedua cara diatas. Silahkan kalian nilai cara mana yang lebih enak, lebih cepat, dan yang lebih banyak jawaban yang benar tentunya.


Jumat, 27 November 2020

determiner kata benda dapat dihitung dan tidak dapat dihitung dalam bahasa inggris

    04.03   No comments

Dalam Bahasa inggris berdasarkan bentuknya kata benda dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu kata benda yang dapat dihitung (countable) dan kata benda yang tidak dapat dihitung (uncountable).

Kata benda yang dapat dihitung umumnya kata benda yang dari bentuknya memang bisa kita hitung seperti, meja, buku, laptop, gelas, dll.

Sebaliknya yang tidak bisa dihitung memang mustahil untuk dapat kita hitung seperti, susu, beras, perasaaan, cinta dll.

Lebih mudahnya umumnya kata benda yang dapat dihitung biasanya dapat ditambahkan dengan akhiran s di akhirnya misalnya, book menjadi books, laptop menjadi laptops, table menjadi table. Untuk lebih jelasnya mengenai perubahan ini silahkan lihat di bentuk jamak kata Bahasa inggris. disana saya sudah merincikan bagaimana perubahan-perubahan kata yang regular maupun irregular.

Berbeda dengan kata yang bisa dihitung, untuk bentuk yang tidak dapat dihitung (uncountable) tidak ada perubahan yang terjadi pada bentuk katanya, missal rice, tidak bisa menja rices, atau coffee tidak bisa menjadi coffee. Lantas bagaimana biasa orang menghitungnya. Biasa yang dapat dihitung adalah wadahnya missal, a cup of coffee, atau two cups of coffee.

Ada beberapa determiner yang sering kita jumpai, namun masing-masing memliki fungsinya sendiri dan penggunaannya pun harus kita ketahui yang mana untuk countable maupun uncountable


Countable Uncountable
This, that, these those
one, two, thee,four, none
many
few
more than
a, an, some, the any
fewer than
a lot of
a large/great number of
This, that
none
much
 little
less than
the, some any
less than
a lot of
a large amount of

Nah dari tabel dapat kita lihat mana determiner yang kita gunakan untuk countable dan uncountable.

Contoh: I love you so much, disini dapat kita lihat bahwa love adalah uncountable maka itu tidak pernah kita dengar I love you so many

Contoh 2: She has many cars disni mobil dapat dihitung karenanya digunakan many bukan much

Nah oleh sebab itu table diatas sebaiknya dihafal agar tidak salah dalam penggunaannya.

Selain dari rumus di atas masih banyak pengecualian yang terkadang membuat beberapa kata uncountable ditambahkan akhiran S. Jadi jangan heran jika nanti menemukannya ya, karena ilmu Bahasa itu sering terdapat pengecualian-pengecualian. Tapi secara umum teori yang sudah dijelaskan di atas akan dapat sangat membantu, semoga bermanfaat.

Senin, 04 Mei 2020

mengenal subjects, verbs, dan objects

    01.45   No comments

Mungkin teman-teman masih sulit membedakan yang mana subject, verb, dan object. Untuk itu mari pada kesempatan ini kita membahas sedikit tentang ketiga unsur tersebut. Perlu teman-teman ketahui, setiap kalimat dalam Bahasa inggris pasti memiliki subject dan verb. Namun untuk objek bisa ada bisa tidak begitu juga dengan modifier. mari kita lihat contohnya:

Secara umum, susunan kata Bahasa inggris terdiri dari 4 element yaitu, Subject, verb, complement/objek dan modifier. Lebih jelasnya silahkan perhatikan tabel dibawah ini;

Subject Verb Complement/object Modifier
Dogs drank wateryesterday
They study Englisheveryday



Dogs  bark   = Dogs adalah subject dan bark adalah verb
    S      V
* Dari contoh diatas dapat kita lihat bahwa suatu kalimat bisa saja tidak memiliki object ataupun modifier


Andi  has  some computers   = Andi adalah subject, has adalah verb, dan computer adalah object
    S      V                   O  
* Untuk kalimat yang kedua ini kita sudah melihat suatu pola kalimat yang memiliki objek



kalau susah mengingatnya ingat saja subject umumnya yang melakukan atau dia adalah peran utama dalam kalimat, verb menjelaskan apa yang dilakukan, dan object adalah tujuan dari subject dan verb ingin melakukan apa atau pun tindakannya ditujukan ke siapa.

Masih belum jelas, baiklah mari kita ambil kalimat sederhana "I need you"

I = subject karena dia yang melakukan tindakan
Need = adalah verb karena dia yang menjelaskan apa yang dilakukan si subject tadi
You = adalah object karena dia yang menjadi tujuan si subject dan si verb.

Subject dan object dapat berbentuk pronoun, kata benda atau pun frasa kata benda, perhatikan contoh dibawah:
Pronoun untuk subject = I, you, they, we, she, he, it
Pronoun untuk object = you, them, her, him, it, us
Kata benda = Book, table, chair
Frasa kata benda = red book, big table, small chair ( suatu kata yang berbentuk kata benda)

Nah kemudian ada satu elemen lagi yang terkadang bisa saja ditambah kedalam satu bentuk kalimat, yaitu modifier. Modifier adalah suatu penjelasan tentang kapan waktunya, bagaimana dilakukan, ataupun dimana dilakukannya.  Coba perhatikan tambahan yesterday yang berperan sebagai modifier dalam kalimat dibawah;

I cleaned my room yesterday.

Nah jika kita psahkan perbagian dari kalimat diatas maka I adalah subject, cleaned adalah verb, room adalah object dan yesterday adalah modifier.

Modifier juga bisa terdiri dari banyak kata seperti,

I study English in my school everyday

kata in my school, dan everyday adalah modifier.


Namun perlu diketahui juga object dan subject bisa berpindah tempat ketika menjadi kalimat passive. Lebih jelasnya silahkan lihat disini

Baiklah sekian dulu penjelasan mengenai subjek, kata kerja (verb) dan objek. Selamat belajar.. oh ya jika ada yang kurang jelas silahkan ditanyakan di kolom komentar dibawah



Selasa, 08 Januari 2019

teknik menjawab soal structure toefl

    02.10   No comments

Kita ketahui dalam toefl ITP ada 3 bagian yang akan menjadi bahan tes yaitu listening, structure, dan reading. Untuk kesempatan kali ini saya akan focus pada bagian structure dan written expression. Disini akan membagikan 3 teknik dalam menjawab soal structure. Setiap Teknik mempunyai keunggulannya masing-masing dan biasanya seseorang unggul dalam salah satu Teknik ini.

Yang pertama adalah Teknik pengetahuan. Orang yang menggunakan Cara ini umumnya adalah orang-orang yang memang belajar Bahasa Inggris dari buku atau dari pembelajaran grammar. Keunggulan dalam menggunakan Teknik ini adalah jawaban yang anda berikan adalah pasti. Maksud pasti disini adalah jika memang anda punya pengetahuan mengenai soal yang diberikan maka sudah 99% jawaban anda benar. Namun di sisi lain penggunaan Teknik ini membutuhkan pemikiran yang mendalam sehingga terkadang banyak waktu yang terkuras. Namun tentu saja bagi orang-orang yang memang sudah mahir dalam ilmu pengetahuan Bahasa, ia tetap dapat menjawab soal-soal grammar dengan cepat. Nah jika anda tertarik dengan Teknik pengetahuan, maka segera perbanyak baca buku grammar, perbanyak ilmu, ilmu dan aturan kebahasaaan yang baik dan benar.

Nah selanjutnya yang kedua adalah Teknik yang menggunakan intuisi. Cara ini kebanyakan digunakan bagi orang-orang yang belajar Bahasa inggris dari speaking ataupun dari membaca. Cara menjawab soal dengan Teknik ini yaitu dengan memilih jawaban yang paling cocok di dengar. Orang yang menggunakan Teknik ini hanya menggunakan rasa pada pemikiran mereka, jadi jawaban mereka mungkin tidak terlalu pasti. Walaupun tidak terlalu pasti namun bukan bearti Teknik ini sering salah, hanya saja mereka yang menggunakan Teknik ini biasanya tau pilihan jawaban yang benar namun tidak bias menjelaskan mengapa, karena jawaban yang mereka pilih hanya berdasarkan intuisi.

Selanjutnya yang ketiga adalah Teknik gabungan. Teknik ini menggunakan keduanya baik pengetahuan maupun intuisi. Jika ingin menggunakan Teknik ini makan harus melakukan keduanya, yaitu perbanyak pengetahuan dan perbanyak juga penggunakaan Bahasa inggris secara speaking. Tetapi perlu di ingat ada sebagian orang yang lebih hebat menggunakan hanya salah satu dari Teknik, dan jika menggunakan Teknik yang lain malah nilai a menurun.

Contoh ada orang yang hebat menggunakan Teknik intuisi tetap saat menggunakan Teknik pengetahuan nilai mereka menurun, sebaliknya ada pula orang yang hebat menggunakan Teknik pengetahuan sehingga ketika menggunakan Teknik intuisi skor pun menurun.

Oleh sebab itu sebaiknya cobalah menggunakan ketiga Teknik tersebut, dan coba lihat cara mana yang paling cocok untuk anda. Selamat mencoba.

Jumat, 04 Januari 2019

menggunakan imperative sentence

    03.16   No comments

Jika kalian sudah lama belajar Bahasa Inggris, maka kalian sudah wajib mengenal yang namanya imperative sentence. Imperative sentence sendiri adalah suatu jenis kalimat yang digunakan ketika ingin memberikan suatu perintah, menyatakan permohonan ataupun ketika ingin memberikan suatu arahan. Untuk lebih jelasnya mari sama-sama kita perhatikan contoh-contoh kalimat imperative dibawah ini:

1. Contoh penggunaan imperative sentence ketika ingin memberikan suatu perintah

Boss       : Close the window!
Secretary: Yes, sir


2. Contoh penggunaan imperative sentence ketika ingin menyatakan permohonan pada seseorang

Andi : Close the window, please.
Ari    : Okay

Dari kedua contoh diatas, lantas bagaimana membedakan antara perintah dan permohonan? Hal ini dapat kita bedakan berdasarkan dengan intonasi dari kalimat tersebut. Kalimat perintah umumnya lebih tegas dan di dalam teks biasanya diberikan tanda seru. Berbeda dengan kalimat permohonan, umumnya menggunakan nada yang lebih renda dan terkadang menggunakan kata-kata permohonan seperti 'please'

3. Contoh menggunakan imperative sentence ketika hendak memintah arahan

Dian  : Could you tell me, how to get to the mall?
Linda: Sure, Just follow the way, then turn right. It is right on the end of the street
Dian  : Okay, thank you very much.

Nah imperative sentence, dapat dapat berbentuk sesuai pola kalimat umumnya, hal ini dikarenakan karena imperative sentence dibawah ini sudah jelas diketahui tujuankan tidak lain adalah kepada pendengar yang diperintahkan, berikut contohnya;

1. Open the door
2. Please stand up
3. Don't do that
4. Silent please

Itulah beberapa contoh-contoh dari kalimat inperatif. Jadi jika kalian menemukan jenis-jenis kalimat seperti di atas maka sudah dapat dipahami bahwa hal tersebut merupakan imperative sentence.

Rabu, 21 Februari 2018

menggunakan time clauses dan if clauses untuk masa depan

    18.28   No comments

Tentu kita sudah mengenal yang namanya adjective clauses dan noun clauses. Nah kali ini kita akan membahas time clauses. Time clauses sendiri bentuknya masih clauses alias belum menjadi kalimat sempurna. Oleh sebab itulah, time clauses umumnya dimulai dengan when, before, after, as soon as dll.

Nah pada kesempatan ini kita akan mengupas bagaimana cara menggunakan time clauses dan if clauses untuk mengungkapkan suatu kejadian di masa depan atau future time.

Saat belajar future tense tentu kita sudah pahami mengenai penggunaan will dan be going to. Namun ketika menggunakan time clauses dan if clauses saat menyatakan untuk kejadian yang akan datang will dan be going to tidak digunakan. Mari kita lihat contohnya.

Before I join the club tomorrow, I am going to do my homework.

Mari kita lihat dari kalimat diatas, kita ketahui bahwa before I join the club tomorrow adalah time clauses. Sedangkan I am going to do my homework adalah sebuah kalimat dan bukan clausa.

Jadi coba kita perhatikan time clausesnya yaitu   Before I join the club tomorrow . Lihat tidak ada penggunaan will dan be going to karena berbentuk clausa walaupun ada kata tomorrow yang menyatakan masa depannya.

Jadi salah jika teman membuat kalimat seperti dibawah.

Before I am going to join the club tomorrow, I am going to do my homework

Karena rumusnya adalah time clauses untuk menyatakan masa depan tidak menggunakan will dan be going to melainkan menggunakan rumus simple present.

Mari lihat contoh lainnya dengan menggunakan if clauses

If you come to my home tomorrow, I am going to cook noodles.

Sama bukan, tidak ada pemakaian will dan be going to pada if clausesnya.


Mengenail posisi time clausesnya juga bisa di belakang contoh:

Andi will give you the book when he goes to school tomorrow.

Nah bagaimanapun posisinya yang perlu diingat adalah saat menggunakan time clauses maupun if clauses untuk menyatakan masa depan maka pada clausesnya tidak menggunakan will dan be going to.

Nah teman-teman sekalian dan demikian penjelasan singkat tentang penggunaan time clauses dan if clauses untuk menyatakan masa depan, semoga bermanfaat.
Get updates in your email box

Complete the form below, and we'll send you our recent update.

Deliver via FeedBurner
© 2014 Knowlist. WP Theme-junkie. Designed by Bloggertheme9
Proudly Powered by Blogger.